search

Rabu, 25 Maret 2015

Terwujud tapi...???

Hal yg ku tahu ketika aku gagal adalah sakit...
Adalah malu..
Adalah tertekan..

Mengapa tidak ..
Sebuah mimpi yg telah ku bangun sejak lama, sejak aku masih kecil. Kini hilang seperti debu yg terseret angin..

Hilang..
Terbawa...
Angin....

Hingga ada sebuah titik terang yg coba terangi aku.

Datang lagi sebuah surat ke tempat ku.
Lebih besar dari sebelumnya.
Lebih tebal dari sebelumnya.
Lebih berat dari sebelumnya.

Apa lagi ini... pikirku..

Ingin menjatuhkan aku lagi..oh tidak..
Tak berani aku untuk menyentuhnya..
Langsung ku berikan kepada orng tuaku..

Ke tika di buka ada raut aneh di wajah mereka bedua.
Semakin hancurlah hatiku..

Apa ini tuhan???.
Bencana lagi ??.
Atau harapan baru??

Tolong jangan buat aku menggila..
Tolong...
Tolong ...
.....

Aku butuh pertolongan..

Lepaskan aku dari jeratan ini..

Ohh....

Kenyataannya Tak Sepahit Kopi Hitam

Sudah banyak waktu yg ku lewati di tempat ini di kota ini.
Sudah banyak orang baru yg ku temui di tempat ini di kota ini.
Sudah banyak tempat yg ku jelajahi di tempat ini di kota ini.
Banyak kawan, banyak lawan dan banyak pengalaman yg ku terima selama ada di sini di kota ini..

Hari ini terasa sedikit berbeda. Cuaca sangat lah mendukung. Angin semilir menerpa lembut wajahku berhembus pelan di telingaku sekan berbisik kepadaku.
Apa gerangan pikir ku, atau hanya anganku saja yg mulai rindu akan tanah kelahiranku..

Ah.. biarlah
Mungkin ini pertanda baik buat ku..

Tepat pukul 12.00, dikala matahari tepat di atas kepala ku. Ku terima sebuah surat di dalam amplop kecil coklat yg sedikit terlipat di kedua sisinya..
Mungkin sedikit kesalahan di waktu perjalan menuju ke tempatku.

Bukupa pelan sampulnya setelah ku baca tulisan di sampul depannya. Jantung ini seakan ingin lari dari tempatnya, bulir bulir keringat put mulai mengucur deras di wajahku, aura panas pun mulai keluar dari tubuhku.

Apa gerangan ini...
kenapa dengan diriku..
Apa isi dari surat ini..
Dan kenapa harus di berikan kepadaku??

Terlihat lipatan kertas putih polis bersih dari dalam amplop. Ketika ku baca isinya bergoncanglah seluruh jiwa ragaku.

Gelap rasanya dunia ini..
Berputar segala yg ada di hadap ku..
Kenyatan pahit yg harus ku jalani..
Pemberitahuan kepadaku bahwa aku tidak di terima di seluruh tempat yg aku mau..

Hancur rasanya.. tapi tak apa lah..
Itu kenytaannya.

Lama ku tangisi kenyataan pahit dari illahi..
Lama ku umpat sang kuasa atas kuasanya yg indah untuk diriku..

Aku belum paham bahwa itu yg terbaik untuk ku..

Tapi ketika ku sadar.
Ketika aku mengeti.

Ternyata hanyak hal indah yg terpampang jelas untuk ku jika tidak ada disini..

Oh betapa bodohnya diriku

Yg telah sesali cerita cantik nan apik drama hidup ku.