search

Selasa, 24 September 2013

MELEPASKAN YANG TIDAK PERLU DIPERJUANGKAN


14 September 2013 pukul 14:05
Bagaimana bisa aku masuk ke dalam hati yang nyatanya sudah berpenghuni?
Meski penghuni itu hanyalah ilusi, yang masih saja dibawa dari masa yang sudah terlewati...
Bagaimana bisa aku bersikeras untuk masuk, sedangkan pemilik kediaman tidak mempersilakan aku duduk?
Pada akhirnya nanti, aku akan sampai pada titik di mana aku harus bangun dari segala mimpi...
Pada akhirnya nanti, aku harus menyadari bahwa ada hal-hal yang telah disediakan, namun bukan untuk aku miliki...
Pada akhirnya nanti, aku yang harus memilih untuk memperjuangkanmu hingga letih atau mempersiapkan diri untuk kemudian pergi...
Pada akhirnya nanti, aku akan menemui saat-saat dimana sudah
tidak memungkinkan lagi untuk memperjuangkan ini...
Bukankah tak ada artinya menunggu, padahal kamu bukanlah yang kutunggu?
Bukankah tidak mungkin aku memiliki sesuatu yang tidak pernah diperuntukkan bagiku?
Ketika aku memutuskan untuk angkat kaki dan menyerah, itu artinya aku tidak ingin memperjuangkan kamu lagi...
Ketika aku menganggap segalanya usai, itu artinya kamu bukan lagi sesuatu yang ingin aku gapai...
Mungkin kita bukanlah untuk saling mencari dan melengkapi...
Siapa tahu, kebahagiaanmu sudah Tuhan rancang ditangan orang lain...
Kebahagiaanku juga pasti sudah disediakan sebaik mungkin oleh-Nya...
Aku melepaskanmu sebagai hati yang ingin aku pilih dan kuharap bisa membuatnya kembali pulih...
Namun kini, aku membiarkanmu untuk berlabuh ke manapun yang kamu mau...
Karena di titik ini, aku sudah dengan pasti mampu melepaskan dan merelakanmu...
Mari pergi dari titik ini, dan cari bahagia kita sendiri-sendiri...
Aku melepaskan, supaya ia yang sedang datang menujuku, dapat menemukan jalan yang sudah ditentukan-Nya...

Jumat, 06 September 2013

#Si Kulit Putih


Merah, kuning, biru, hijau, hitam  atau pun putih menurutku sama saja.
Tidak ada yang aneh akan hal itu.
Tapi banyak orang lebih memilih putih karena diangap lebih bersih,lebih suci dan lebih menarik.
Memang tidak dapat di pungkiri kekuatan magis dari warna putih banyak membuat orang terpana.
Tapi jika di suruh memilih, aku akan lebih memilih warna merah atau hitam.
Alasannya mudah.
Jika terkena kotoran, tidak akan terlalu kelihatan.
Berbeda dengan putih. Sekali kotor pasti akan mencolok sekali.

Dalam hidupku aku selalu menghindari menggunakan warna putih.
Baik dalam pemilihan baju,sepatu ataupun barang barang lainya.
Hal itu membuatku sedikit tampak berbeda dari remaja kebanyakan.
Mereka  lebih senang bermain dengan warna putih.

Sejujurnya ada alasan lain mengapa aku selalu menghindari warna putih.
Menurutku warna putih terlalu kontras dengan warna kulitku yang cenderung gelap.
Warna kulitku yang gelap memang bukan suatu masalah untukku.

Well . .
Jika selama ini aku selalu menghindari bermain dengan warna putih,
Tapi kali ini aku justru sangat tertarik dengan warna putih.
Sungguh luar biasa. Sangat sangat sungguh luar biasa.
Dengan sekali melihat semua pemikiran dan rasa kurang sukaku dengan warna putih seakan sirna.

Pertama melihat aku berfikir bahwa dia adalah sesosok malaikat.
Seperti yang sering di deskripsikan di dalam buku.
Bersinar, kulit yang putih dan kedua sayap di punggunya
Tapi ternyata bukan sesosok malaikat.
Karna tidak punya sayap.
Melainkan sesosok makhluk tuhan yang sungguh luar biasa.
Ntah apa yang apa yang terpancar dari dirinya.
Tapi satu hal kulitnya yang putih lah, yang membuatku terpana.
Seperti malaikat.

Jarang – jarang  aku memikirkan  seseorang dari tampilan fisiknya.
Terkecuali artis ataupun boyband yang memang telah di modif untuk menjadi pemikat hati.
Tapi kali ini aku memang melakukanya.
Menyukai seseorang dengan identitas kulit putih.

Kali ini aku tidak takut lagi akan kotor.
Malah aku sangat bersemangat.

Si kulit putih  . .
Ntah apa yang ada di benakku.
Aku menyukainya.
Menyukai kulit putihnya.
Menyukai kepribadiannya.
Menyukai senyum manisnya.
Menyukai matanya..

Bayangkan saja. .
Sesuatu yang seperti ini mungkin hanya ada satu atau dua di dunia.
Istilah asing menyebutkan limited edition. Just one in the word.
Dan aku sangat beruntung dapat berjumpa, dan mengenalnya.
Berbicara denganya.
Dan yang terpenting ,
Dia telah berhasil membuatku menyukainya.
Menyukai dirimu.

Si Kulit Putih