search

Selasa, 24 September 2013

MELEPASKAN YANG TIDAK PERLU DIPERJUANGKAN


14 September 2013 pukul 14:05
Bagaimana bisa aku masuk ke dalam hati yang nyatanya sudah berpenghuni?
Meski penghuni itu hanyalah ilusi, yang masih saja dibawa dari masa yang sudah terlewati...
Bagaimana bisa aku bersikeras untuk masuk, sedangkan pemilik kediaman tidak mempersilakan aku duduk?
Pada akhirnya nanti, aku akan sampai pada titik di mana aku harus bangun dari segala mimpi...
Pada akhirnya nanti, aku harus menyadari bahwa ada hal-hal yang telah disediakan, namun bukan untuk aku miliki...
Pada akhirnya nanti, aku yang harus memilih untuk memperjuangkanmu hingga letih atau mempersiapkan diri untuk kemudian pergi...
Pada akhirnya nanti, aku akan menemui saat-saat dimana sudah
tidak memungkinkan lagi untuk memperjuangkan ini...
Bukankah tak ada artinya menunggu, padahal kamu bukanlah yang kutunggu?
Bukankah tidak mungkin aku memiliki sesuatu yang tidak pernah diperuntukkan bagiku?
Ketika aku memutuskan untuk angkat kaki dan menyerah, itu artinya aku tidak ingin memperjuangkan kamu lagi...
Ketika aku menganggap segalanya usai, itu artinya kamu bukan lagi sesuatu yang ingin aku gapai...
Mungkin kita bukanlah untuk saling mencari dan melengkapi...
Siapa tahu, kebahagiaanmu sudah Tuhan rancang ditangan orang lain...
Kebahagiaanku juga pasti sudah disediakan sebaik mungkin oleh-Nya...
Aku melepaskanmu sebagai hati yang ingin aku pilih dan kuharap bisa membuatnya kembali pulih...
Namun kini, aku membiarkanmu untuk berlabuh ke manapun yang kamu mau...
Karena di titik ini, aku sudah dengan pasti mampu melepaskan dan merelakanmu...
Mari pergi dari titik ini, dan cari bahagia kita sendiri-sendiri...
Aku melepaskan, supaya ia yang sedang datang menujuku, dapat menemukan jalan yang sudah ditentukan-Nya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar