search

Rabu, 14 Mei 2014

Terserah kamu.



Kok bisa jadi begini sih . .
Siapa sih yang salah . . .
Aku yang salah . .  
kalo gitu maaf deh . .
Tapi kayaknya ga mungkin  deh . .
Aku yakin kalo kita sekarang sedang salah paham.

Kata – kata itu selalu muncul di kepalaku. Seperti sebuah teror yang selalu datang bertubi-tubi ingin sekali marah, menangis, berteriak histeris. Ingin rasanya mengeluarkan segala penat yang bekutit di kepala ini.

Tapi semua itu sia – sia saja.
Antara  otak dan hati selalu saja berlawanan.
Antara  logika dan perasaan, selalu saja bertolak belakang.

Kejadian itu rasanya hanya sepintas saja tetapi efeknya itu loh . .  panjang . .
Hanya salah paham biasa. Tapi serasa luar biasa.

Jarak kita itu ga jauh loh . .
Hanya beberapa kelas saja, tapi kenapa seolah kita terpisah jarak yang jauh . .
Aku ga pernah bisa bebas ketemuan sama kamu, ga bisa bebas ngobrol sama kamu. Pokoknya ga bisa semuanya deh . .

Trus kenapa sekarang setiap kita ketemu seolah ada dendam di antara kita.  Kita ga saling tegur sapa, kita ga saling menatap. Kita malah saling buang muka
Arghhh apa sih maunya . . .

Kamu makin cuek . . .
Kamu makin nyebelin . . .

Mana kamu yang dulu . .
Mana kamu yang aku suka dulu . .
Kenapa sekarang kamu berubah . .

Kamu sengaja ngehindarin aku . .
Kamu sengaja ngejauh . .

Ok kalau kamu maunya begitu . .
Aku ikutin maunya kamu apa . . .

Sekarang kuncinya ada di kamu deh . .
Terserah kamu mau bawa kemana . .

Mau di buang juga ga masalah . . 

Asal ga ada penyesalan blakangan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar